OMAH PESANGGARAHAN

omah2.jpg

Keterangan

Sebuah rumah adat Jawa yang komplit akan mempunyai sebuah pendopo didepannya. Pendopo merupakan sebuah rumah atau ruangan besar dan luas tanpa dinding maupun pintu yang biasanya terletak di bagian depan.dari rumah utama. Bangunan pendopo yang terbuka mencerminkan sifat pradah, yakni sifat lapang dada, ramah tamah dan pemurah, yang selalu bersedia menerima tamu setiap saat. Pendopo mempunyai empat arah soko guru 4 soko penanggap di kanan kiri . Maka sekalipun bangunan itu tampak tidak terlampau tinggi tapi memberi kesan “momot” yang artinya mampu menampung semua hal, karena bentangan atapnya begitu luas serta tidak adanya apapun pada bangunan tersebut sehingga lebih menggambarkan keterbukaan yang mendasar.

Hal demikian sesuai dengan fungsi pendopo yang selalu berada di depan sebagai tempat untuk mengadakan pertemuan-pertemuan resmi, untuk mempergelarkan pertunjukan kesenian atau menyelenggarakan upacara-upacara adat, serta menerima tamu-tamu agung, tamu resmi dalam jumlah besar menjadikan pendopo ini semarak dan agung.

 RENCANA KEGIATAN TAHUN 2008

Alhamdulilah setelah diadakan temu kangen anakputune KH ARTONAWI pada tahun 2005 dengan kegiatan tasyakuran dan hiburan bagi warga, pada tahun -tahun berikutnya 2006, 2006 dan 2007 berjalan sesuai dengan kesepakatan bahwa upaya untuk memberikan sumbangsih berupa pemikiran dan pemberian sedikit rizki tetap akan dilaksanakan sesuai dengan kemampuan mengingat faktor finansial menjadi sangat penting.

AGENDA LEBARAN 2008

RINCIAN BIAYA

 

NO

URAIAN KEBUTUHAN

Jumlah

1.

Biaya Tasyakuran berupa sembako 200 kk

Rp. 9.000.000

2.

Konsumsi Selama di Pesanggrahan

Rp. 3.000.000

3.

Konsumsi Untuk Kuda Lumping

Rp. 1.000.000

4.

Campursari

Rp.

5.

Honor Kuda Lumping

Rp. 3.000.000

6.

Sewa Tenda

Rp  1.500.000

7.

Honor PLN

Rp.    300.000

8.

Biaya Tak terduga

Rp. 1.000.000

TOTAL BIAYA

Rp.18.800.000

 

 


KERANGKA ACUAN

  

KERANGKA ACUAN

TEMUKANGEN ANAK PUTU SOERTIYAH KARTOREDJO

KAMIS, 3 NOPEMBER 2005

A. PENDAHULUAN

 

ISTILAH keluarga berasal dari kata ”kula’‘ dan ”warga”. Kula dalam bahasa Sansekerta artinya mengabdi dan warga artinya terjalin. Kulawarga adalah ikatan pengabdian yang terjalin harmonis.

 

Didorong oleh keinginan untuk mendekatkan rasa persaudaraan keluarga Soertiyah Kartoredjo dan pengabdian kepada para sesepuh, serta memenuhi keinginan anggota keluarga besar, maka kami pada kesempatan ini memberanikan diri untuk mencoba mengawali suatu  kegiatan yang selama kurun waktu 25 (dua puluh lima tahun) belum pernah dilakukan.

 

Tentunya kita semua berharap dengan adanya pertemuan  ini, dapat memberikan kontribusi pemikiran dan  sumbangsih  yang berarti bagi  keluarga besar Soertiyah Kartorejo saat ini dan  dimasa yang akan datang.

 

Dasar  pemikiran adanya pertemuan ini , sehubungan dengan adanya kecenderungan pergeseran pemikiran dan sikap dari pandangan keluarga  agar selaras, serasi  dan seimbang serta  stabilitas dan dinamis, kearah keluarga yang terbuka, bebas menyatakan  pendapat dan tidak cenderung menimbulkan konflik akibat dari pandangan  tersebut yang disalahtafsirkan dan kebablasan.

 

Selanjutnya pertemuan keluarga Soertiyah Kartoredjo ini mempunyai arti tersendiri karena adanya gairah yang begitu besar terhadap kelestarian keluarga yang hampir pudar akibat dari tidak adanya proses pertemuan yang  berkelanjutan dan konsisten.  kenyataannya benih dan semangat keluarga ini tidak pernah pudar walaupun kegiatan Hari raya Idul fitri berjalan dengan berkelanjutan serta spontanitas dan belum terorganisir.

Alhamdulillah, semoga Pertemuan Keluarga Soertiyah Kartoredjo ini dapat mengembalikan rasa semangat kekeluargaan/persaudaraan serta meningkatkan  kesadaran dan peran serta dalam kehidupan bermasyarakat.

B.    TUJUAN UMUM & KHUSUS

1.   Umum

ü      Terlaksananya pertemuan keluarga besar Soertiyah Kartoredjo di  Desa Rasukan

ü      Terlaksananya pulang kampung bersama di Hari Raya Idul Fitri 1426 H

  1. Khusus

ü      Menjadikan wadah pemersatu keluarga besar Soertiyah Kartoredjo

ü      Diperolehnya Hasil pertemuan dalam rangka menggali lebih jauh kelangsungan keluarga besar di masa yang akan datang.

ü      Diperolehnya kesepakatan-kesepakatan yang mendasar guna menjaga keutuhan keluarga besar

ü      Terakomodirnya pemikiran-pemikiran yang dapat dijadikan pengambilan keputusan

ü      Tindaklanjut hasil  pertemuan sesuai kesepakatan kesepakatan yang telah di rumuskan.

 

C.  KEGIATAN

 

       Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam acara pertemuan ini lebih memfokuskan Keluarga Soertiyah Kartoredjo, dimana kegiatan dimaksud sudah direncanakan sebelum adanya pemikiran kegiatan-kegiatan lain yang dirasa akan memperburuk situasi yang berakibat batalnya kegiatan pertemuan ini. Diharapkan seluruh anggota keluarga dapat hadir, pulang mudik bersama sekaligus memanfaatkan hari Raya Idul Fitri 1426 H sebagai ajang pertemuan dan saling memaafkan.

 

D.  WAKTU DAN TEMPAT

Pertemuan akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal        : Selasa , 2 Nopember 2005

Tempat                 :  Pesanggrahan Ki Kartoredjo Desa Rasukan

Waktu                   :  Pukul, 16.00

Acara                    :  Terlampir    

E.     SUSUNAN PANITIA

Ketua                :        Bambang Ashadi,Msi  

Sekretaris          :        Sujio,Msi

Bendahara         :         Dwi Suryanto

Seksi-Seksi        :

                             1.  Perlengkapan

                                      a. Dwi Suryadi

                                      b. Avianto

                                      c. Bambang Sugeng

                                      d. Yani Restomo 

                                  2.  Acara

            a. Sri Sulasmi

            b.Sri Susilowati

            c.Yeni Tri Utamai

                              

F.     DANA

 

Pembiayaan dalam kegiatan ini bersumber dari sumbangan keluarga anak putune Soertiyah Kartoredjo.

 

 

 

Jakarta,   Agustus 2005


SUSUNAN ACARA

 

NO

URAIAN KEGIATAN

TANGGAL

PELAKSANAAN

WAKTU

PENANGUNG

   J AWAB

1

Tasyakuran (Kirim Doa untuk orang  tua)

Di Pesanggrahan Ki Kartoredjo

Rabu, 2 Nop 2005

16.00

H.Triwaluyo

W.Soedjito

2.

Sekapur Sirih oleh H.Triwaluyo

(Kumpul  KHUSUS Keluargonipun Soertiyah Kartorejo)

Rabu, 2 Nop 2005

21.00

Bambang AS

3.

Sungkeman  (Nyuwun sedoyo kalepatan dingapurani dening poro sesepuh) Di Pesanggrahan Ki Kartoredjo

Kamis, 3 Nop 2005

8.00

Bambang Sugeng

4.

Sungkeman  (Nyuwun sedoyo kalepatan dingapurani dening poro sesepuh) Di Pesanggrahan Ki Kartowisastro

Kamis, 3 Nop 2005

10.00

Dwi Suryanto

5.

Mirsani Hiburan Kuda Lumping

(Kata Sumbutan dan terimakasih)

Kamis, 3 Nop 2005

11.00

Sujio

6.

Karaoke / Campursari

Kamis, 3 Nop 2005

20.00

Dwi Suryadi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RINCIAN BIAYA

 

NO

URAIAN KEBUTUHAN

Jumlah

1.

Biaya Tasyakuran

Rp. 6.000.000

2.

Konsumsi Selama di Pesanggrahan

Rp. 3.000.000

3.

Konsumsi Untuk Kuda Lumping

Rp. 1.000.000

4.

Campursari

Rp. 7.500.000

5.

Honor Kuda Lumping

Rp. 3.000.000

6.

Sewa Tenda

Rp  1.500.000

7.

Honor PLN

Rp.    200.000

8.

Biaya Tak terduga

Rp. 1.000.000

TOTAL BIAYA

Rp.23.200.000

 


FOTO KELUARGA

Rumah Pesanggarahan

 

 

 


SEKILAS KELUARGA

omah1.jpg 

 SEKILAS KELUARGA

Keluarga  Kartoredjo merupakan anak ke dua dari keturunan KH ARTONAWI seorang  Kepala Desa Rasukan Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ke 5 (lima) dari silsalah Keluarga Bongsodrono keluarga besar ini sudah menduduki jabatan kepala desa sampai 7 (tujuh) turunan

2.     Kartorejo merupakan nama pemberian dari eyang KH ARTONAWI yang dilahirkan di desa Rasukan Purworejo Jawa Tengah pada tahun 1923, Jabatan ing kampung dadi Kepala desa soko tahun 1933 nganti tahun 1983, Bapak Kartorejo kagungan Garwo Soertiyah putro Jagal Sapi . Ibu Soertiyah ngasto Guru TK ing Jakarta, nanging gandeng wong tuwo njodohke, njur ibu soertiyah kundur ing Bagelen.  

KEGIATAN   TAHUNAN Anak putune KH Artonawi keturunan Kartorejo sebagian besar pemeluk agomo Islam Mulo nek dina riyoyo Idul Adho ora pernah absent Qurban ing deso , lan Dino Riyoyo podo nganakake santunan kanggo fakir Miskin dan  Hiburan Kanggo wargo sekitar. Ing Tahun 1998 Keluarga besar kartorejo ini Nyumbang Masjid kang jumlahe  Rp.45.000.000,- ini kanggo bukti peduli karo tempat ibadah ing asale urip

PESANGGARAHAN Omah ing kampung kang dadi pesanggrahane Keluargo Kartorejo ini lumayan gede ombo tanahe durung kapetung pekarangan liyane. Yen bangunan omah kiro-kiro 800 meter, durung sawahe kang digarap wong kampung tekan sakiki.Omah iki ora biso di dol (dijual) amargo wis disertifikatake kanggo Pesanggrahan keluarga Kartorejo, kabeh anakputune oleh manggoni nanging ora oleh ngedol(Menjual).  

 


Satu Tanggapan to “SEKILAS KELUARGA”

  1. saya tertarik dengan file keluarga mas iwan karena terbina suatu kerukunan dan kekompakan diantara keluarga besar eyang mas wan.

Tinggalkan Balasan